Media Mendukung Perempuan Terobsesi Cantik

 

sumber: pinterest


        Perempuan dan kecantikan merupakan suatu kesatuan yang identik. Standar kecantikan terkadang menjadi acuan seseorang untuk menilai penampilan orang lain. Standar kecantikan sering dikaitkan dengan kulit putih dan badan kurus. Hal ini terjadi karena representasi cantik di media lebih banyak didominasi oleh perempuan-perempuan berkulit putih dan diperparah oleh industri kecantikan yang mendoktrin hal yang sama. Sehingga, masyarakat khususnya perempuan, jadi tidak percaya diri dengan warna kulit mereka. Konsep kecantikan merupakan suatu hal yang bernilai relatif, setiap orang, budaya dan bangsa memiliki standar masing-masing dalam mengungkapkan kecantikan. Contohnya, kulit putih, mulut dan penggunaan make up yang terlihat natural, bentuk wajah ‘V’ yang dianggap cantik di Korea Selatan, di negara Myanmar, leher panjang adalah salah satu tren kecantikan unik, di Selandia Baru, tato bukan hanya menjadi sebuah karya seni yang melekat di tubuh namun juga digunakan sebagai standar kecantikan di negara tersebut, di Jepang gigi gingsul memberikan kesan seorang perempuan terlihat lebih polos dan juga imut. Abdullah mengatakan bahwa tubuh sudah mengalami fakta sosial di mana tubuh bukan lagi sepenuhnya milik seorang individu tetapi tubuh sudah menjadi bagian dari kelompok masyarakat (Sari, 2019). Hal ini menunjukkan standarisasi kecantikan wanita sudah terpatri begitu dalam dikalangan masyarakat umum. 

Dampak Standar Kecantikan

    Menurut Sutriyanto dalam penelitian Dalilah Adani yang berjudul "Kampanye Marketing Public Relations BeBASEkspresi Mengenai Perubahan Stigma Standar Kecantikan Perempuan Indonesia" bahwa ketidakpuasan akan bentuk fisik dapat mengarah pada hilangnya rasa kepercayaan diri. Lebih dari itu, mereka mungkin juga melakukan upaya berlebihan seperti diet ketat, terkena Bulimia nervosa, mengonsumsi obat-obatan, serta tindakan atau akibat berisiko lainnya. Anak-anak perempuan dari generasi ke generasi harus tumbuh dengan rasa insecure akan fisik mereka. Munculnya berbagai produk perawatan kulit yang menawarkan hasil tampilan wajah putih serta mulus tanpa noda, tetapi dengan menggunakan bahan berbahaya juga merupakan akibat dari adanya standar kecantikan. Oleh karena itu, mencegah perundungan dan diskriminasi adalah bentuk kemanusiaan yang harus kita upayakan bersama-sama.

    Secara tidak sadar, kasus standar kecantikan ini sering kita jumpai pada media sosial, seperti akun instagram @ugmcantik, @undipcantik, @umscantik, @unscantik, dan sejenisnya, yang dianggap sebagai produk digitalisasi, dipandang sedang menciptakan standar dan tuntutan kecantikan. Kemudian, banyak influencer yang rela merogoh kocek hanya untuk operasi demi terlihat cantik dan menarik, yang rela menjalankan diet ketat untuk memenuhi standar kecantikan masyarakat. Beauty privilege ini terjadi pada kasus pembunuhan yang dilakukan Isabella Guzman yang membunuh ibu kandungnya dengan 150 tusukan. Alih-alih mendapat kecaman atas kekejamannya, Isabella justru mendapat dukungan dari publik lantaran memiliki paras yang cantik, media pun menerbitkan artikel yang memuat diksi “cantik” demi mengafirmasi daya tarik Isabella Guzman. 

Pencegahan

    Kepercayaan diri berkaitan erat dengan persepsi kita tentang stereotip standar kecantikan. Self-care dapat membantu membangun kekuatan diri dari dalam sehingga perlahan bisa melihat perubahan dalam diri. Perlu juga menanamkan kecintaan terhadap dirimu sendiri. Dengan menerima diri sendiri, kita akan lebih merasa nyaman dengan diri sendiri termasuk penampilan fisik yang kita miliki. Rasa nyaman menjadi diri sendiri juga akan membuat kita mengabaikan komentar buruk orang lain. Bersyukur dapat membuat seseorang menikmati hidupnya secara positif serta dapat menunjang rasa penghargaan siri (self esteem) dan kebergunaan diri (self worth) (Lyubomirsky, 2007 dalam Arief & Habibah, 2015).

    Wilcox & Laird (2000) dalam penelitian yang berjudul “The Impact of Media Images of Super-Slender Women on Women’s Self-Esteem: Identification, Social Comparison, and Self-Perception” menemukan bahwa terpaan media merupakan salah satu faktor yang dapat memediasi internalisasi seseorang terhadap konsep kecantikan ideal. Media, baik media massa dan media sosial, dalam hal ini andil membentuk selera, hasrat, dan kondisi tubuh ideal tersebut. Media selalu memperlihatkan gambaran kecantikan melalui visual-visual iklan. Seperti terlihat pada iklan sabun, body lotions, face wash, yang mengklaim bahwa produknya dapat memutihkan dan kata-kata yang menggambarkan bahwa putih itu cantik.

    Dalam penelitian L. Ayu Saraswati yang berjudul “Cosmopolitan Whiteness: The Effects and Affects of Skin Whitening Advertisements in a Transnational Women’s Magazine in Indonesia”, penelitian ini berfokus pada efek iklan produk pemutih, yaitu krim pemutih model kaukasia. Model Kaukasia tentu saja tidak mewakili pasar di mana tempat produk dijual. Secara genetik, mereka tidak memiliki DNA kulit yang sama dengan kulit yang dimiliki perempuan Indonesia. Selain itu, iklan semacam ini juga mengirimkan pesan keliru terhadap perempuan Indonesia, dengan menyarankan perempuan untuk memiliki warna kulit tertentu yang secara alami tidak mungkin bagi mereka untuk memilikinya. Hal ini menunjukkan adanya dorongan untuk menggunakan produk pemutih agar memenuhi standar masyarakat di antara para perempuan Indonesia. Ini berarti media ikut andil dalam hal standar kecantikan.  

        Kecantikan itu ada dalam pribadi masing-masing. Semua standar ini hanya soal waktu dan tempat, yang artinya semua ini adalah hal-hal yang tidak baku. Semua privilege ini asalnya adalah dari cara pola pikir kita dan lingkungan sosial yang membentuk. Cara mengubahnya pun tentu dengan merubah pola pikir kita untuk menghargai perbedaan dan bangga atas apa yang kita punya. Perempuan itu beragam,  Tuhan telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, terlepas ada cacat atau tidak pada tubuhnya. Meskipun seorang wanita cacat secara fisik, di dalam dirinya pasti menyimpan potensi atau kemampuan yang tidak dimiliki wanita lain. Potensi dan kemampuan itu yang membuatnya cantik.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona Tarian Sari Manunggal dari Gusti Nurul