Pesona Tarian Sari Manunggal dari Gusti Nurul
| Sumber: nationalgeographic |
| Sumber: nationalgeographic |
Saat usianya masih 15
tahun, Gusti Nurul pernah diundang di acara pernikahan Putri Mahkota Juliana
dengan Pangeran Bernhard pada 6-7 Januari 1937 di Den Haag. Pada 11 November
1936 rombongan ayah Gusti Nurul, Adipati Mangkunegara VII berangkat menuju
Belanda dengan menumpangi kapal Marnix dari Batavia (Jakarta) menuju Belanda. Saat
di perjalanan menuju Belanda, Gusti Nurul menyempatkan diri untuk berlatih
menari. Mereka tiba di Belanda setelah 1 bulan perjalanan, yakni pada bulan Desember
1936. Sesampainya di Belanda, rombongan Adipati Mangkunegara VII menginap di
Katsil Oud-Wassenaar.
Sepekan sebelum resepsi
digelar, Gusti Nurul mempersembahkan Tari Sari Manunggal sebagai hadiah
untuk pengantin. Menariknya, karena membawa 1 set gamelan pada waktu itu
terlalu sulit untuk dilakukan, Gusti Nurul
menari diiringi gamelan Kiai Kanyut Mesem yang dimainkan langsung dari
Pura Mangkunegaran, Surakarta yang jaraknya ribuan kilometer dari Belanda.
Alunan musik gamelan itu dipancarkan ke istana Noordeinde, Belanda melalui
transmisi stasiun radio Solosche Radio Vereeniging (SRV). Gusti Nurul mendengarkan
alunan gamelan melalui telepon dan menari di hadapan tamu undangan pernikahan.
Karena sambungan telepon pada masa itu masih belum sebaik sekarang, kualitas
gelombang saat itu sempat mengganggu suara gamelan dari radio SRV. Maka sang
Ibu, yakni GKR Timur yang kebetulan
duduk di dekat arena pentas turut memberikan aba-aba secara langsung berupa
ketukan-ketukan.
Gusti Nurul pun berhasil
menampilkan tarian ini dengan luwes di hadapan kedua mempelai, Ratu Wilhelmina
serta pejabat dan tamu kerajaan Belanda. Lenggak-lenggok Gusti Nurul ternyata
berhasil memikat pejabat dan masyarakat Belanda. Bahkan usai Gusti Nurul
menari, Ratu Wilhelmina sempat menghampiri Mangkunegara VII dan GKR Timur.
“Saya belum pernah melihat tarian begitu indah”, kata Ratu kepada Mangkunegara
VII seperti dituturkan Gusti Nurul dalam buku, ‘Gusti Nurul Mengejar
Kebahagiaan’ yang dikutip dari laman news.detik.com, Selasa (10/01/2023).
Bahkan surat kabar
Belanda ramai memberitakan tarian yang dibawakan oleh Gusti Nurul sebagai hadiah
dari Mangkunegara VII atas pernikahan Putri Julian dengan pangeran Bernhard.
Sejumlah tamu dikabarkan tertarik belajar kebudayaan timur setelah melihat
tarian dari Gusti Nurul. Gusti Nurul bahkan masih ingat sebuah surat kabar
Nieuwe Rotterdamsche Courant memberikan sebuah komentar yang memuji penampilan
Gusti Nurul saat itu (dikutip dari laman goodnewsfromindonesia.id)
Komentar
Posting Komentar