Resensi Film Nightcrawler (2014)
Nightcrawler berkisah tentang pria bernama Lou Bloom yang tengah kesulitan mencari pekerjaan. Hingga suatu ketika ia melihat sebuah insiden tabrakan mobil di jalan. Seorang fotografer lepas terlihat sibuk mengabadikan kejadian nahas itu melalui kameranya. Lou lantas berkenalan dengan fotografer tersebut yang diketahui bernama Joe Loder ini. Joe menjelaskan bahwa ia bekerja dengan menjual hasil rekaman kejadian-kejadian tragis seperti kecelakaan, kebakaran, dan lainnya kepada kantor berita lokal. Lou pun tertarik dengan pekerjaan yang disebut Nightcrawler ini. Dengan menjual sepeda hasil curian, Lou membeli beberapa peralatan untuk memulai pekerjaan barunya. Bekerja sebagai Nighcrawler ternyata tidak mudah karena Lou harus menjadi orang pertama yang datang ke lokasi kejadian bahkan sebelum polisi. Lou juga harus mengambil foto atau video menggunakan angle yang menarik. Karenanya Lou menyewa asisten bernama Rick untuk membantu merekayasa lokasi kejadian demi memuluskan hasil kerjanya. Lou terkadang memindahkan posisi mayat atau merusak lokai kejadian agar peristiwa terlihat lebih dramatis. Hal ini tentu menyalah kode etik jurnalistik. Meski begitu, Lou tetap memiliki pelanggan tetap untuk setiap hasil jepretannya. Pelanggan tersebut adalah Nina, pemandu program berita pagi yang berambisi menjadi kantor berita paling pertama dalam menyiarkan berbagai kejadian. Seiring berjalannya waktu, Lou semakin berambisi dalam pekerjannya. Ia pun semakin lihai merekayasa berita, bahkan menggunakan berbagai cara kotor. Dengan dibantu seorang asisten, Rick,Lou mampu mampu mendahului polisi dan merekam tembak-menembak yang terjadi dalam penyerangan seuah rumah. Seperti seorang psikopat, dia merekam para korban yang bermandikan darah tanpa mencoba untuk menolong. untuk rekamannya itu, Lou menuntut lebih banyak imbalan uang dari Nina yang terpaksa memberikam imbalannya demi mendapatkan erita eksklusif tersebut dan menang atas para pesaingnya.
Film Nightcrawler ini menarasikan tentang profesi jurnalisme di Amerika yang menggambarkan realitas miris tentang para jurnalis yang menyalahgunakan profesinya untuk mencari keuntungan pribadi. Memperlihatkan bahwa tidak selamanya jurnalis harus memiliki pengetahuan tentang jurnalistik. Namun dapat dilihat bahwa jurnalisme tanpa pengetahuan yang mendalam, dapat merusak nama jurnalisme, karena tidak adanya profesionalitas dan idealisme sebagai seorang jurnalis. Minimnya pengetahuan yang didapatkan oleh seorang jurnalis yang memilih untuk terjun langsung ke lapangan, membuat banyaknya pelanggaran tentang etika jurnalistik.
Berikut link cuplikan film Nightcrawler (2014)!
Devian Aghna Perdana Ababil
A310190008
Komentar
Posting Komentar