Menghabiskan Setengah Hari di Saloka Theme Park

Di Semarang, Jawa Tengah ada tempat wisata menarik yang menyediakan bermacam-macam wahana, Saloka Theme Park namanya. Ya, tempat wisata ini cocok buat kita yang ingin seru-seruan dengan keluarga, apalagi kalau bersama bocah. Saloka Theme Park merupakan tempat rekreasi tematik keluarga pertama dan terbesar di Jawa Tengah.  

Pada Rabu (26/10/2022) untuk pertama kalinya saya mengunjungi Saloka Theme Park. Saloka Theme Park ini berlokasi di Lopait, Tuntang, Kabupaten Semarang, atau persimpangan antara kota Semarang, Salatiga, Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Waktu tempuh dari Boyolali untuk menuju ke Saloka Theme Park ini kurang lebih 1 jam dengan mengendarai mobil. Untuk menuju Saloka Theme Park ini saya lewat jalan non tol, untung saja tidak macet walaupun harus beriringan dengan truk-truk besar. Saat perjalanan, tiba-tiba hujan turun dan ini nyaris membuat saya ingin membatalkan  rencana ke Saloka Theme Park. Namun, setelah sampai di Salatiga ternyata hujan sudah reda. Saya tiba di Saloka Theme Park sekitar pukul 13.30 WIB. Dari pintu gerbang masuk sudah terlihat wahana cakrawala yang menggoda saya untuk cepat-cepat kesitu. Setelah memarkirkan mobil, saya menuju ke loket untuk membeli tiket masuk. Harga tiket masuknya, yaitu Rp 120.000 untuk weekdays dan Rp 150.000 untuk weekend dan hari libur nasional. Tiket ini berlaku terusan, jadi kita bisa naik semua wahana dan bisa berulang kali. Sebelum masuk ke area wahana, terlebih dahulu tas kita akan dicek. Hal ini dilakukan karena pihak Saloka Theme Park membuat aturan bahwa tidak boleh membawa makanan/minuman dari luar. Eitsss, tapi tak perlu khawatir kelaparan dan kehausan, karena Saloka Theme Park menyediakan restoran, cafe, dan foodtruck. 

 

Eksekusi


Masuk area wahana, yang saya jumpai pertama kali adalah wahana cakrawala. Yups, wahana ini yang pertama kali saya coba. Untung saja tidak antri, karena memang pas saya kesitu kondisi Saloka Theme Park tidak ramai pengunjung. Saya pun masuk ke gondola, kata mas-mas penjaga nya saat gondola berputar kita dilarang berdiri, mungkin untuk safety juga ya. Wahana cakrawala ini berputar dengan pelan, jadi tidak membuat takut. Beda dengan biang lala yang ada di pasar malam itu hehe. Saat gondola di atas, gondola akan berhenti sejenak mungkin biar pengunjung bisa berfot ria dengan pemandangan yang indah. Gondola ini berputar kurang lebih 2 putaran. 



Lanjut, setelah dari wahana cakrawala, saya menuju ke wahana kumbang layang. Untuk naik wahana ini, saya hanya antri sebentar saja. Wahana ini bisa dinaiki oleh dua orang. Larangan dari wahana ini adalah kita tidak boleh mengayuh pedal yang ada di kumbang layang. Jadi, kumbang layang akan otomatis berjalan. Nah, serunya dari wahana ini adalah kita bisa memutar-mutar stir yang ada di kumbang layang. Jadi, kita bisa mengarahkan kumbang layang kemana saja. Ini cukup seru buat saya. 

 

Wahana ketiga yang saya coba adalah jamur apung. Dilihat dari bentuknya lucu makanya saya tertarik menaiki wahana ini. Wahana ini akan terapung berputar dan mengajak kita berkeliling di perairan. Wahana ini ternyata cukup bikin saya sedikit kaget, karena akan ada sedikit guncangan yang tak terduga. “mau difotoin nggak kak?” tanya mas-mas penjaga wahana jamur apung yang menawari saya untuk foto usai menaiki wahana ini. Baik ya masnya! 

 


Wahana keempat yang saya coba adalah lumba-lumba. Saya lupa nama wahananya apa, tapi saya menyebutnya wahana lumba-lumba karena bisa dilihat dari bentuknya itu mirip lumba-lumba. Lumba-lumba atau anjing laut ya??? Wahana ini hanya bisa dinaiki oleh satu orang. Wahana ini akan membawa kita keliling-keliling di atas air, lalu akan melewati terowongan kecil, dan juga tanjakan kecil. Wahana ini aman untuk anak-anak. 

 


Wahana yang kelima yang saya coba adalah wahana paku bumi. Katanya sih wahana ini termasuk wahana ekstrem, tetapi pas dicoba ternyata tidak sengeri yang dibayangkan. Walaupun awalnya saya ragu untuk mencoba wahana ini, tetapi saya memberanikan diri. Saat saya mencoba, wahana ini hanya diisi oleh 3 orang termasuk saya. Jadi, terpaksa duduknya harus dipisah antara bagian depan, belakang, dan samping. Kata mas penjaganya sih biar seimbang. Saya kebagian di tempat belakang yang mana bisa melihat pemandangan sawah-sawah. Saya sarankan kalau mau naik wahana ini, mending pilih bagian yang belakang hehe. Sensasi menaiki wahana ini, yaitu kita akan merasakan seperti melayang lalu terjatuh kemudian ditarik ke atas lagi dengan kecepatan tinggi. Seru sekali, saya pun ketagihan mencoba wahana ini. 

Wahana yang keenam yang saya coba adalah wahana gonjang-ganjing. Saat menaiki wahana ini kita akan merasakan seperti berarung jeram. Kita akan terombang-ambing diatas gondola lalu berputar. Wahana ini memiliki konsep seperti di goa-goa. Saat melewati goa ini saya sedikit merasa takut, karena memang yang berada di wahana ini hanya saya dan satu teman saya saja. 

Wahana yang ketujuh yang saya coba adalah senggal-senggol atau yang biasa disebut bom-bom car. Saat itu wahana ini rame anak-anak, jadi seru buat senggal senggol karena banyak lawannya. “aduhh” teriak adik kecil yang bom bom car nya saya senggol. Wahana ini seru karena kita bisa mental sana-sini jika disenggol oleh lawan. Namanya aja wahana senggal-senggol jadi harus tahan banting yaa jika kena senggolan yang kencang hehe. 

Lanjut, setelah dari wahana senggal-senggol saya berniat masuk ke wahana adu nyali. Wahana ini bisa disebut rumah hantu. Baru beberapa langkah masuk wahana ini, saya mulai ragu dan mengurungkan niat. Saat memasuki ruangan ini ada bau-bau seperti kemenyan. Hal ini membuat suasana semakin horor. Akhirnya, saya pun tidak jadi mencoba wahana ini. Sambil tertawa malu, saya keluar dari wahana ini padahal baru sampai pintu depan saja hahahaha.

 

Wahana kesembilan yang saya coba adalah wahana bocah yaitu kereta-keretaan. Saya tidak tahu apakah wahana ini khusus untuk bocah atau untuk dewasa juga. Tetapi, ada beberapa orang dewasa yang naik wahana ini jadi saya pun ingin mencoba wahana ini. Wahana ini akan mengajak kita berputar-putar di rel seperti saat kita naik kereta api. 

 


Terakhir, saya mencoba masuk ke museum di Saloka Theme Park. Museum ini tepat berada di samping loket pembelian tiket. Saat memasuki museum ini, akan ada suara dinosaurus yang meraung-raung. Museum ini terdapat beberapa replika hewan dan manusia purba. Lalu, ada juga miniatur-miniatur angkasa. Museum ini menyediakan fasilitas untuk belajar tentang makhluk hidup dan juga benda-benda angkasa. 

Saloka Theme Park menyediakan 25 wahana. Sebenarnya masih ada banyak wahana yang belum saya coba. Karena beberapa wahana hanya diperuntukkan untuk bocah. Malu dong kalau mau mencoba hehe. Beberapa wahana ekstrem juga belum saya coba, karena takut risiko. Dari beberapa wahana yang saya coba, yang menjadi favorit saya adalah wahana paku bumi dan senggal senggol. Jadi, wahana paku bumi dan senggal-senggol wajib dicoba kalau ke Saloka Theme Park. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona Tarian Sari Manunggal dari Gusti Nurul

Media Mendukung Perempuan Terobsesi Cantik