Rendahnya Mutu Pendidikan Matematika di Indonesia

 

Sumber: wajibbaca.com


Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetensi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pendidikan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil maksimal. Pendidikan matematika merupakan suatu mata pelajaran yang dipelajari disetiap sekolah di Indonesia karena matematika memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia sebagai sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Matematika merupakan salah satu pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah. Matematika adalah raja dari semua ilmu, karena semua pelajaran pasti berkaitan dengan matematika. Walaupun matematika mempunyai banyak manfaat, tetapi faktanya hampir sebagian pelajar tidak menyukai atau menganggap matematika sebagai salah satu pelajaran yang "menakutkan". Banyak sekolah-sekolah yang telah melaksanakan pembelajaran matematika dengan baik yaitu meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik, pembelajaran matematika yang mudah dan menyenangkan perlu terus dikembangkan. Berbagai konsep, metode, dan strategi perlu dikembangkan agar terciptanya pembelajaran khususnya di bidang matematika yang selama ini dianggap siswa tidak menyenangkan menjadi menyenangkan dan perlu ada kreatifitas guru.

Perkembangan pembelajaran matematika di Indonesia sangat memprihatinkan, karena rendahnya penguasaan teknologi dan kemampuan sumber daya manusia Indonesia untuk berkompetensi secara global. Indonesia adalah sebuah negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Namun masih rendahnya kemampuan anak Indonesia di bidang matematika, mereka beranggapan bahwa pembelajaran matematika itu sulit, serta kurangnya jumlah pengajar yang mengikuti perkembangan matematika. Menurut data yang diterbitkan OECD dari Hasil Survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, pada kategori matematika, Indonesia berada di peringkat ke-7 dari bawah (73) dengan skor rata-rata 379. Turun dari peringkat 63 pada tahun 2015. Sangat jauh jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti, Singapura yang menduduki peringkat 2, dengan skor 569. PISA juga menemukan bahwa hanya 29 persen siswa Indonesia yang mencapai setidaknya level 2 untuk matematika. Sedangkan PISA membagi kemampuan siswa menjadi 6 level, dimulai dari level 1 yang paling rendah, hingga level 6 yang paling tinggi. Kemampuan siswa Indonesia tergolong sangat rendah dibandingkan rerata OECD yang mencapai 76 persen. Masalah hasil belajar ini jika dibiarkan akan menimbulkan dampak psikologis, yaitu siswa akan tidak berminat belajar matematika atau tidak senang terhadap pelajaran matematika. Selanjutnya siswa tidak senang terhadap gurunya dan pada gilirannya tidak mau lagi sekolah atau drop out. Hal ini akan bertentangan dengan tujuan pendidikan, yaitu tercapainya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk membangun bangsa Indonesia yang kita cintai.

Pentingnya Matematika dalam Kehidupan

Menurut Utami dalam penelitian yang berjudul “Perkembangan Matematika Dan Pendidikan Matematika Di Indonesia Berdasarkan Filosofi” mengungkapkan bahwa sebagian siswa belum menyadari akan pentingnya penguasaan matematika sehingga siswa kurang apresiatif terhadap matematika dan dalam mengikuti pembelajaran matematika. Ilmu matematika sangat luas, dan banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, ada keberlanjutan dalam aplikasi matematika. Penerapan matematika erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Matematika memiliki banyak fungsi, antara lain dengan membandingkan uang jajan, menghitung berat benda dan berbagai perselisihan lainnya, berperan dalam mengatasi konflik antar manusia. Pada saat ini, kemampuan matematika dan kemampuan menggunakan matematika merupakan persyaratan penting bagi umat manusia.Tanpa kontribusi konsep matematika dan proses matematika dasar, umat manusia akan menghadapi banyak kesulitan. Delapan belas tahun lalu, NRC (National Research Council, 1989:1) dari Amerika Serikat telah menyatakan pentingnya Matematika dengan pernyataan berikut: “Mathematics is the key to opportunity.” Matematika adalah kunci ke arah peluang-peluang. Masih menurut NRC, bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warganegara, matematika akan menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.

Setiap proses pembelajaran pasti  menampakkan keaktifan orang yang belajar. Dalam pembelajaran matematika yang paling penting dilaksanakan adalah proses berfikir. Siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis dan konsisten. Untuk membantu dalam proses berfikir tersebut gambar dan atau animasi dapat digunakan sehingga siswa akan lebih mudah dan kesulitan yang di alami teratasi.Maka, pembelajaran di Indonesia yang sifatnya masih monoton dengan berbagai metode dan strategi harus di kembangkan agar tujuan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Pembelajaran matematika memanglah sulit, namun kesulitan itu dapat menjadi mudah ketika siswa sudah tertarik dengan metode yang di terapkan gurunya dapat menyenangkan, menarik perhatiannya dan memotivasinya untuk belajar matematika.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona Tarian Sari Manunggal dari Gusti Nurul

Media Mendukung Perempuan Terobsesi Cantik